Memilih dan merawat jalak rio untuk masteran

4/03/2016
Jalak tunggir-merah atau lebih dikenal dengan nama jalak rio / rio-rio, adalah spesies burung dari keluarga jalak-jalakan yang memiliki penampilan berbeda. Paruhnya besar seperti paruh finch, dan karena itu pula dalam bahasa Inggris dinamakan Finch-billed myna. Penyebutan jalak tunggir-merah merujuk pada bulu pangkal ekornya yang berwarna kemerahan. Selain dipelihara sebagai klangenan, burung ini pun dikenal sebagai burung masteran. 

Memilih dan merawat /jalak rio untuk masteran


Nama internasional burung jalak rio adalah Grosbeak starling (Scissirostrum dubium), dan merupakan jenis burung endemik Sulawesi.  Burung jalak ini mempunyai tubuh berukuran sedang dengan panjang tubuh mencapai 20,5 cm. Bulunya berwarna abu-abu tua dengna paruh tebal berwarna jingga-pucat. Sedangkan bulu-bulu di tunggirnya berwarna kemerahan. 

Jalak rio merupakan endemik atau hanya diketahui hidup di Sub-kawasan Sulawesi yang meliputi Sulawesi, Bangka, Lembeh, Togean, Butung, dan Kepulauan Banggai. Secara umum, spesies burung jalak ini mudah dijumpai dalam satu kelompok kecil hingga besar sampai 150 individu. Burung penghuni hutan dan daerah yang jarang ditumbuhi pepohonan serta di hutan-hutan rawa hingga ketinggian 1100 meter dpl. Sering terlihat bersama-sama perling kecil ketika mencari makanan yang berupa buah-buahan, biji-bijian dan serangga.

Beberapa tahun terakhir, tercatat banyak penemuan akan burung jalak rio di luar wilayah penyebarannya. Satu kelompok kecil pernah ditemukan di kawasan Gunung Dubbs, Balikpapan dan juga di Panaruban, Subang, Jawa Barat. Penemuan tersebut sempat memunculkan pertanyaan lantaran spesies ini dianggap tidak memiliki kemampuan untuk bermigrasi, sehingga memunculkan dua kemungkinan yaitu burung lepasan atau akibat perubahan iklim dan kondisi alam yang membuat mereka keluar dari wilayah penyebarannya.

Selama ini, burung jalak rio dipelihara selain untuk klangenan, juga sebagai burung masteran. Burung ini memang dikenal sangat mudah beradaptasi dan cepat jinak. Selain itu, suaranya yang melengking dan mirip tembakan cililin pun menggoda kicaumania untuk memeliharanya sebagai masteran. Keistimewaan lainnya adalah gaya berkicaunya yang khas, apalagi jika memelihara lebih dari satu ekor burung di rumah. 

Ketika bertemu kawan atau calon pasangannya, burung jalak rio akan mengangkat kepala dan ekornya ke atas sambil menggetarkan kedua sayapnya, sering juga hal tersebut dilakukan sembari berkicau menggoyang-goyangkan tubuhnya ke kiri dan ke kanan. 

Perbedaan jantan betina jalak rio 

Membedakan antara burung jantan dengan betina burung jalak rio bisa dilakukan dengan mengamati warna-warna bulu yang terdapat pada pangkal ekornya. Burung jantan umumnya mempunyai bulu tunggir berwarna merah terang, sedangkan bulu tunggir burung betina cenderung keoranye-oranyean atau merah-oranye.

Perawatan jalak rio agar rajin bunyi 

Perawatan jalak rio terbilang sangat mudah, makanan yang harus disediakan setiap harinya adalah serangga dan buah-buahan, terutama pisang atau pepaya. Untuk pakan serangga anda bisa memberikan burung jalak rio jangkrik sebanyak 3-5 ekor yang diberikan pada pagi dan sore harinya. Mandi dilakukan setiap pagi hari dan dilanjutkan dengan penjemuran. 

Berikut video burung jalak rio-rio untuk anda. 


Salam
Iklan Premium Omkicau

Artikel Terkait

loading...