Tips dan cara ternak burung murai batu untuk pemula

4/28/2016
Dari segi ekonomi, menangkar burung murai batu memiliki prospek yang cukup menguntungkan jika berhasil menjalannya dengan baik. Hal itu pula yang mendorong banyak kicaumania terutama pemula untuk mencoba peruntungan dengan beternak murai batu. Akan tetapi, tanpa pengetahuan yang cukup, hal tersebut bisa menimbulkan masalah baru bagi mereka. Sebagai panduan, berikut tips dan cara ternak murai batu untuk pemula. 

cara ternak burung murai batu untuk pemula



Murai batu adalah jenis burung yang cukup digemari dan banyak peminatnya. Suaranya yang merdu dan penuh variasi menjadi daya tarik yang mampu menarik minat kicaumania untuk memelihara di rumah. Bukan hanya sekedar dipelihara saja, sekarang ini bahkan sudah banyak kicaumania terutama pemula yang berharap banyak dengan menangkarkannya.  

Akan tetapi, dalam menangkarkan burung kicauan tentu tidak cukup hanya dengan tahu perbedaan antara burung jantan dengan betinanya saja. Lebih dari itu, kita juga harus bisa tahu bagaimana cara mengelola penangkaran yang baik. Dengan begitu, hasil yang didapat bisa sesuai dengan yang diinginkan.  

Ukuran kandang penangkaran  

Secara umum, menangkarkan burung murai batu bisa dilakukan dalam sangkar gantung maupun sangkar hariannya, namun tentu saja akan ada banyak keterbatasan dalam pengelolaan dan perawatannya. Oleh karena itu, kandang yang direkomendasikan adalah kandang semi/permanen yang memiliki ruangan yang cukup luas bagi burung beraktivitas di dalamnya. Selain itu, kandang penangkaran untuk murai batu memerlukan kelembaban yang sesuai untuk  keberhasilan penangkarannya.  

Menyediakan tempat sarang  
 
Tempat sarang yang digunakan adalah sebuah kotak sarang yang terbuat dari bahan kayu. Penggunaan bahan kayu ini selain bisa lebih tahan lama, juga tidak mudah rusak jika terkena air atau kotoran seperti halnya kotak sarang yang terbuat dari kardus.  

Menyediakan pakan  

Kebutuhan pakan dari burung yang akan ditangkarkan tentu berbeda dengan perawatan burung yang dipelihara untuk didengarkan suaranya. Untuk burung yang akan ditangkarkan maka sebisa mungkin kita harus bisa melengkapi semua kebutuhannya itu dengan secukup-cukupnya. Dalam artian, jumlah pakan yang diberikan dua kali lipat lebih banyak dari perawatan harian burung yang biasanya. 

Siapkan pakan tambahannya yang berupa jangkrik dan kroto dalam jumlah yang cukup, terutama ketika burung indukan mulai melakukan pengeraman dan merawat anak-anaknya. Sedangkan untuk burung yang dalam masa perjodohan, pemberian pakan tambahan tersebut harus diatur sedemikian rupa untuk keberhasilan perjodohannya.  

Perawatan harian  

Perawatan harian burung murai batu yang sedang ditangkarkan lebih terfokus pada pemberian pakan dan menjaga keamanan serta kenyamanannya. Hal ini penting, mengingat ada beberapa jenis burung yang mudah stres jika lingkungan sekitar penangkarannya dirasa kurang aman dan nyaman, seperti masih banyaknya hewan liar yang berjalan hilir-mudik seperti kucing, anjing, musang, ayam di sekitar kandang mereka atau bahkan banyak binatang yang masuk dan mengganggu mereka seperti tokek, ular, tikus dan sebagainya.  

Melakukan pengamatan  

Setelah kedua burung mulai berjodoh dan terlihat melakukan perkawinan, dalam waktu yang tidak terlalu lama burung betina akan mulai mengumpulkan bahan-bahan untuk bersarang. Bahan sarang yang bisa digunakan bisa memanfaatkan bahan sarang yang banyak dijual di kios-kios burung. Selain itu, anda juga bisa menyediakan jerami/rumput kering untuk melengkapinya. 

Pada tahap ini, pemilik harus mulai lebih berhati-hati dan melakukan pengawasan terhadap kandang penangkarannya, terutama dari segi keamanan dan kenyamanannya. Banyak kasus, burung yang gagal bertelur lantaran merasa terganggu oleh situasi di luar kandang yang membuatnya merasa tidak aman/nyaman. 

Lakukan pengamatan dengan lebih sering terhadap situasi di dalam dan di luar kandang penangkarannya untuk mencegah situasi yang di luar kendali. Setelah burung indukan mulai bertelur dan mengerami telurnya itu, anda bisa bernafas sedikit lebih lega karena sudah melewati tahap-tahap yang dianggap kritis.

Menjaga kondisi indukan  

Sewaktu indukan mengerami telur-telurnya itu, tugas kita adalah menjaga kondisinya dengan menyediakan pakan dan vitamin yang tepat. Pakan yang disediakan sebaiknya menggunakan pakan full ef yang terdiri dari jangkrik dan krotonya.  

Begitu pula setelah telur menetas dan indukan mulai merawat anak-anaknya. Pemberian pakan tambahan harus lebih diperhatikan dan harus selalu dijaga agar indukan tidak kekurangan pakan baik untuk anak-anaknya maupun untuk dirinya sendiri.   

Pertimbangan khusus  

Setelah anakan berumur beberapa minggu, ada penangkar yang langsung menyapih mereka dari indukan. Sebelum melakukan hal tersebut ada baiknya anda mempertimbangkan baik atau tidaknya penyapihan anakan dari indukan. Misalnya apakah anda nanti memiliki waktu yang cukup untuk memberi makan/meloloh anakannya tersebut, mengingat anakan burung yang masih piyikan memerlukan asupan pakan yang cukup dan selalu merasa lapar setiap beberapa menit sekali.  Jika tidak memiliki waktu yang cukup, sebaiknya memang pelolohan dilakukan oleh induk burung dan anakan baru dicabut setelah mereka berumur mandiri atau setelah mampu mencari makan sendiri. 

Setelah anakan burung dipisahkan dari indukanya, tidak lama kemudian kedua indukan akan kembali berkembang biak/berproduksi. Setelah produksi yang kedua kalinya, anda bisa mengistirihatkan indukan selama beberapa minggu, sebelum memulai kembali untuk berkembang biak. Hal ini untuk menjaga kesehatan dan agar indukan tetap produktif.

Setelah berhasil menangkarkan burung murai batu tersebut, langkah selanjutnya adalah pemasaran. Untuk hal tersebut, anda bisa memanfaatkan media sosial untuk memasarkan burung trotolan murai batu hasil penangkaran anda.

Semoga berhasil



Produk khusus penangkaran omkicau

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
close