Merawat ulat hongkong dan membudidayakannya untuk pakan burung

5/29/2016
Ulat hongkong adalah salah satu jenis pakan tambahan (EF) yang tinggi protein untuk burung peliharaan. Pakan ini umumnya mudah ditemukan di pasar dan kios burung, namun begitu tidak ada salahnya anda mencoba membudidayakannya di rumah untuk menjaga ketersediaannya jika serangga ini sulit ditemukan di pasaran. 




Untuk membudidayakan ulat hongkong, maka bahan-bahan yang harus di sediakan antara lain: 
  • Ulat hongkong secukupnya atau minimal terdiri dari 150 ekor.
  • Wadah atau box baik yang terbuat dari plastik 
  • Voer bubuk yang telah dicampur dengan sereal untuk bayi. 
  • Buah dan sayuran untuk pakannya. 

Cara membudidayakan ulat hongkong 

Pertama-tama box/kontainer plastik kita beri lubang pada bagian penutupnya. Lubang tersebut berfungsi sebagai penyalur udara atau ventilasi. Setelah itu, voer bubuk yang sudah dicampur dengan sereal bayi kita masukkan sebagai lapisan dasar dari wadah kontainer tersebut. Setelah siap digunakan, masukkan ulat hongkong ke dalamnya.



Untuk pakannya, berikan potongan kecil buah apel atau bisa juga diberikan pakan sayur-sayuran yang lain dengan memperhatikan kebersihannya setiap hari. 



Simpan wadah yang berisi ulat hongkong itu di tempat yang lembab dan tidak terkena sinar matahari langsung. Selain itu, jauhkan dari serangan hama semut atau hewan pengerat yang bisa mengganggu, merusak atau bahkan memakannya. 



Ulat hongkong adalah larva dari kumbang hitam (Darkling beetle), setelah berumur 10 minggu atau lebih ulat tersebut akan berubah menjadi kepompong. Ulat yang telah berubah jadi kepompong itu harus segera dipindahkan ke tempat/wadahnya yang baru, karena tak jarang ulat hongkong akan memangsa kepompong-kepompong tersebut. 



Di tempat barunya, kepompong itu akan berkembang menjadi kumbang-kumbang kecil berwarna hitam setelah 1 - 4 minggu kemudian. Kumbang-kumbang tersebut nantinya akan bertelur dalam jumlah yang cukup banyak.

Setelah telur menetas segera pindahkan ke tempat/wadah yang baru. Setelah beberapa hari kemudian, ulat-ulat bisa dipanen sedangkan sisanya bisa dibiarkan untuk berkembangbiak. 

sumber gambar: wikihow

Semoga manfaat
Iklan Premium Omkicau

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Komentar spam akan langsung kami hapus