Cara praktis ternak kroto media toples

7/28/2016

Tidak bisa dipungkiri, kroto merupakan salah satu jenis pakan tambahan yang paling penting untuk hampir semua jenis burung peliharaan. Namun terkadang cukup sulit juga mendapatkan kroto di pasaran, alhasil kita mencarikan alternatif pakan tambahan  lain pengganti kroto untuk burung kesayangan kita itu. Untuk menjaga ketersediaan kroto, kita bisa mencoba ternak kroto untuk burung. Berikut tips dan cara praktis ternak kroto media toples

Cara praktis ternak kroto media toples
Sebelum memulai ternak kroto media toples, tentu yang dibutuhkan adalah bibit kroto yang hendak kita budidayakan. Bibit kroto tersebut bisa anda dapatkan melalui peternak atau mencari sendiri sarang-sarang semut yang umum ditemukan di pohon-pohon, terutama pohon berdaun rindang.

Kroto adalah telur dan larva dari semut jenis semut merah rangrang, telur-telur tersebut dihasilkan oleh ratu semut yang terus bertelur untuk membesarkan koloninya. Telur-telur tersebut dijaga oleh barisan semut pekerja dalam sebuah sarang yang terbuat dari dedaunan yang saling menyatu. Telur-telur itu kemudian akan berubah menjadi larva yang akan menjadi cikal bakal koloni baru.

Sesuai judulnya, ternak kroto media toples memanfaatkan media toples yang terbuat dari kaca/plastik sebagai tempat bersarang mereka. Penggunaan toples dilakukan untuk memudahkan penyimpanan, perawatan dan panen daripada membiarkan sarang dalam bentuk aslinya. 

PERALATAN YANG DIBUTUHKAN 

Sebelum memulai budi daya ternak kroto ini, ada baiknya anda melengkapi beberapa peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan dalam budi daya ini, yang antara lain : 

1. Lahan atau ruangan
Lahan atau ruangan yang digunakan tidak memerlukan tempat yang cukup luas, yang penting lokasi penyimpanan tersebut tidak terkena matahari langsung dan juga hujan atau di tempat teduh, bisa didalam ruangan atau bisa juga di teras rumah.

2. Toples
Ukuran toples bisa menggunakan ukuran 1 liter/kg, 5 liter/kg sesuaikan dengan dana anda. Kalau bisa yang tidak beli, manfaatkan bahan bekas yang sudah tidak terpakai. Misalnya toples roti,botol aqua yang transparan atau bisa juga dengan menggunakan bambu.
 

3. Rak Kayu Susun / Nampan
Pilih salah satu tempat untuk menempatkan toples kroto. Untuk rak kayu terserah sobat mau di buat berapa susun / kotak. Dan untuk nampan sesuaikan dengan ukuran toples. Nampan harus lebih lebar dari lingkaran toples.
 

4. Ember Plastik / Karet Besar
Digunakan untuk tempat sarang waktu pemindahan pertama kali, bisa juga sebagai tempat untuk panen kroto
 

5. Sarung Tangan Karet
Berfungsi untuk menghindari gigitan semut rangrang
 

6. Tepung Pati
Agar semut rangrang tidak menempel. Untuk melumuri tangan yang sudah menggunakan sarung tangan. Dan juga untuk melumuri tepi / dinding ember. 


7. Solder / Pisau Carter
Digunakan untuk melubangi toples dan memotong dengan cepat.
 

MENCARI SARANG SEMUT
 

Cari pohon yang ada sarang semut rangrangnya / kroto. Potong batang pohon yang ada sarang semutnya tersebut, proses ini tentu butuh tenaga, waktu dan kesulitan karena disinilah perjuangan kita sebenarnya di uji, apakah mampu menghadapi serangan bertubi-tubi dari semut rangrang yang jatuh mengenai tubuh kita.


Cara praktis ternak kroto media toples


Masukkan potongan dahan ke dalam karung, plastik, atau wadah lain yang sebelumnya sudah disiapkan. Setelah itu, mulai memindahkan koloni semut tersebut ke dalam media toples, botol, maupun media lain yang kita inginkan. 

Cara pertama adalah memasukkan sarang semut yang baru kita dapatkan itu ke dalam sebuah wadah baskom atau ember yang bagian atasnya sudah dilapisi dengan lakban atau tepung untuk mencegah semut naik ke atas. Buang daun-daun bekas sarangnya, hal ini untuk mencegah semut tidak membawa sarang lamanya ke media juga tidak membuat wadah cepat kotor.

Langkah berikutnya adalah memindahkan koloni semut ke dalam media toples atau botol. Silakan baca lanjutannya di halaman berikutnya:



Produk khusus penangkaran omkicau

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
close