Pengenalan dan perawatan lovebird untuk pemula

7/18/2016
Lovebird adalah jenis burung yang memiliki daya tarik sebagai hewan peliharaan. Spesies burung paruh bengkok ini cukup dikenal oleh seluruh kalangan kicaumania di Indonesia dan mancanegara.  

Selain dirawat sebagai burung peliharaan, lovebird banyak dipelihara untuk dikembangbiakkan, baik sebagai pemuas hobi maupun untuk diperjual-belikan.

Bagi pemula, lovebird adalah jenis burung yang tepat untuk dirawat. Selain mudah dalam perawatan dan pemberian pakannya, lovebird dikenal sangat mudah jinak dan cepat beradaptasi. 


Untuk melengkapi pengetahuan anda mengenai spesies burung lovebird, berikut tips pengenalan dan perawatan lovebird untuk pemula. 

Lovebird adalah burung yang sangat aktif, ketika mendapatkan pasangan yang disukainya, lovebird akan berpasangan selama seumur hidupnya, oleh karena itu spesies burung ini memiliki julukan sebagai burung cinta. 

Lovebird bukan burung asli Indonesia atau negara-negara di Asia lainnya, tetapi berasal dari Afrika dan pulau-pulau terdekatnya. Di habitatnya, mereka umumnya ditemukan dalam kelompok kecil yang berjumlah 10 - 20 pasang.
Dalam dunia burung, lovebird adalah anggota dari genus Agapornis yang berasal dari keluarga/family Psittaciformes atau keluarga burung paruh bengkok. Agapornis berasal dari bahasa Yunani, yaitu Agape ( cinta ) dan Ornis ( burung ). 


Rentang hidup lovebird di alam liar adalah 10 hingga 15 tahun, sedangkan pada burung yang dipelihara atau ditangkarkan umumnya memiliki rentang hidup yang lebih panjang karena terpenuhinya nutrisi dan kebutuhannya. Secara umum, umur lovebird peliharaan bisa mencapai lebih dari 20 tahun.

Terdapat 9 spesies lovebird di dunia dan hanya 8 jenis saja yang cukup dikenal kicaumania di seluruh dunia, yaitu: 

Jenis lovebird yang mudah dibedakan jantan dengan betinanya (Dimorfik )
1. Abyssinian Lovebird
2. Redfaced Lovebird
3. Madagaskar Lovebird (Grayheaded)
 

Jenis lovebird yang sulit dibedakan jantan dengan betinanya lantaran memiliki kemiripan satu sama lain (Monomorfik)

1. Black cheeked Lovebired (Blackfaced)
2. Lovebird Fischer
3. Masked Lovebird (Black Masked atau berkerah kuning)
4. Nyasa Lovebird (Lilian)
5. peachfaced Lovebird (Rosyfaced)  


Dari delapan jenis tersebut, masing-masing jenisnya memilki ciri-ciri khusus yaitu ring atau kacamata (klep), yaitu:   

Lovebird non kacamata 
1. Madagaskar
2. Redfaced
3. peachfaced
4. Abyssinian
 

Lovebird kacamata
1. Masked
2. Fischers
3. Nyasa
4. Black cheeked


Berikut adalah ciri-ciri dari burung lovebird yang sehat / aktif: 
  • Aktif, lincah, waspada dan selalu penasaran/ingin tahu.
  • Sehat dan tidak cacat, terutama pada bagian kaki-kaki dan jari kukunya yang lengkap.
  • Mata bulat yang bersinar
  • Lubang hidung yang terlihat jelas
    Bulu yang mengapit rapat
  • Paruh berbentuk halus dan menutup penuh/tidak sering membuka paruhnya

Sedangkan untuk mengenali ciri-ciri burung lovebird yang sedang kurang fit atau sakit adalah:

  • Burung yang selalu duduk meringkuk di sudut atau di dasar sangkarnya
  • Bulu selalu mengembang (nyekukruk)
  • Memiliki cacat terutama di bagian kaki
  • Kotoran encer/bercampur air dan selalu menempel di kloaka
  • Mata selalu berair
  • Burung selalu mencabuti bulu
  • Adanya kebotakan di beberapa tempat
  • Burung bernafas sambil berbunyi (sesak nafas)
  • Burung selalu gemetaran, tampak lemah, lesu dan kurang semangat
  • Bulu-bulu yang kusam dan tidak mengkilap
  • Burung yang kegemukan atau terlalu gemuk untuk ukurannya
  • Lubang hidung yang terus mengeluarkan cairan (Nasal).

Bagi pemula, tentu tidak disarankan membeli maupun memelihara burung lovebird yang termasuk dalam kondisi seperti disebutkan di atas tadi (ciri-ciri burung sakit), selain itu mintalah jaminan dari pedagang bahwa burung yang akan anda beli itu benar-benar sehat dan tidak mengalami gangguan kesehatan.

Perawatan lovebird untuk pemula 

Merawat lovebird sebenarnya cukup mudah selama kita mau melakukan pola perawatan dengan rutin dan teratur, terutama untuk menjaga ketersediaan pakan dan air minumnya sehari-hari. 

Pakan yang bisa diberikan pada lovebird adalah:
  • Biji-bijian seperti milet dan biji kuaci.  
  • Sayuran seperti daun-daunan, wortel, kangkung dan jagung manis
  • Buah-buahan seperti apel, pir, dan jeruk  
Untuk menjaga kondisinya setiap hari, maka yang harus dilakukan adalah:
  • Memandikan burung pada pagi hari setelah itu menjemurnya di panas matahari selama 1 - 2 jam. 
  • Membersihkan sangkarnya secara rutin dari kotoran maupun sisa-sisa makanan. 
  • Memberikan multivitamin untuk menjaga kondisinya 

Dengan melakukan perawatan yang teratur dan penuh kasih sayang serta kesabaran, maka burung lovebird yang anda pelihara tersebut akan menjadi lebih aktif, sehat dan rajin berbunyi. 

Baca juga;
Merawat burung lovebird muda hingga siap lomba
5 Hal penting dalam penangkaran burung lovebird
 


Semoga manfaat dan salam kicau!
Produk khusus penangkaran omkicau

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Komentar spam akan langsung kami hapus

close