Beragam fakta menarik seputar burung jalak

12/30/2016
Starling atau burung jalak adalah jenis burung berukuran sedang hingga besar yang berasal dari keluarga Sturnidae. Spesies ini rata-rata mempunyai ukuran kaki yang panjang dan sebanding dengan ukuran tubuhnya (proporsional). Di kalangan kicaumania di Indonesia, ada beberapa fakta menarik seputar burung jalak yang patut anda simak, berikut adalah ulasannya. 


Beragam fakta menarik seputar burung jalak




Beberapa fakta menarik burung jalak di Indonesia 

  • Selain perkutut, jenis burung yang sudah dipelihara sebagai klangenan sejak zaman dahulu adalah burung jalak kerbau.  
  • Ada beberapa jenis burung jalak yang tersebar di Indonesia, tetapi hanya beberapa jenisnya saja yang cukup popular d kalangan kicaumania yaitu jalak suren, jalak kebo, jalak putih, dan beo. 
  • Suara ocehan burung jalak juga sering digunakan untuk melatih/masteran burung peliharaan jenis lainnya.
  • Dibandingkan jenis burung yang lain, burung jalak sangat mudah dijinakkan dan cepat beradaptasi.
  • Secara umum, hampir semua jenis burung jalak sangat sulit dibedakan antara jantan dengan betinanya. Satu-satunya cara yang lebih akurat adalah dengan memeriksa kloaka dari burung tersebut. Kloaka burung jantan biasanya lebih menonjol daripada jalak betina. 
  • Jalak sebenarnya dalah burung herbivora alilas pemakan segalanya. Tapi dalam perawatan hariannya, burung jalak hanya mendapatkan beberapa jenis pakan saja seperti buah pisang, serangga kecil dan voer. 
  • Burung beo termasuk salah satu keluarga dari burung jalak-jalakan. Spesies burung ini sangat digemari karena kepandaiannya menirukan suara manusia.
  • Beo nias adalah jenis burung yang terancam punah di habitat aslinya, sehingga untuk melindunginya pemerintah menetapkan spesies ini dalam daftar burung dilindungi. 
  • Jalak bali termasuk dalam spesies burung yang hampir punah dan dilindungi. Spesies burung cantik ini hanya ditemukan di bagian barat pulau Bali dan ditetapkan sebagai lambang fauna provinsi tersebut. 
  • Dalam salah satu kebudayaan di India khususnya bagi masyarakat Sema Naga, salah satu suku Naga Besar di India, burung jalak suren dianggap sebagai reinkarnasi dari manusia. Karena alasan itu, mereka tidak berani untuk memelihara maupun menyakitinya. 
  • Burung jalak sebenarnya dapat dilatih untuk menjadi hewan penurut yang dapat mengikuti kemana pun tuannya pergi. 
  • Proses perkembangbiakan jalak bali berlangsung pada musim penghujan. Di habitat aslinya, jalak bali akan berbiak pada bulan November s/d bulan Mei.
    Jalak suren hidup dengan cara berpasangan atau dalam kelompok kecil.
  • Namun di malam hari, mereka akan tidur dalam kelompok besar untuk tujuan saling melindungi. 
  • Bagi masyarakat Indonesia, jalak suren dan jalak kerbau dianggap sangat membantu para petani karena memangsa serangga yang bersifat merusak hasil panen mereka. Selain itu, burung jalak juga membantu mengusir serangga yang hinggap di tubuh kerbau. 
  • Populasi jalak suren sudah sangat sulit ditemukan di alam  liar, namun di penangkaran populasinya sangat berlimpah. Salah satu penyebab berkurangnya burung jalak di alam adalah penggunaan pestisida berlebihan yang membunuh pakan alami mereka.
  • Jalak bali ternyata hanya mampu menetaskan 1 atau 2 butir telur saja dari 3 - 4 butir telur yang mereka produksi. Kondisi tersebut yang membuat populasi jalak bali sangat lambat dan langka di alam. 

Semoga bermanfaat
Produk khusus penangkaran omkicau

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Komentar spam akan langsung kami hapus

close