Mengurangi perilaku buruk pada burung cendet

12/26/2016
Cendet terkenal dengan suaranya yang lantang dan penuh variasi suara isian, namun jenis burung ini ternyata sering berubah perilaku ketika tidak mendapatkan perawatan yang semestinya. Cendet yang kerap berperilaku buruk tentu dapat membuat gusar pemiliknya. Untuk menanganinya, berikut adalah tips mengurangi perilaku buruk pada burung cendet.  

 perilaku buruk pada burung cendet


Burung cendet yang dalam perawatan selalu alami kekurangan nutrisi/protein akan cenderung berperilaku buruk seperti menjadi liar, gemar cabut bulu, suka salto bahkan bisa menjadi sangat manja/miyik. Jika hal itu menimpa burung peliharaan anda, jangan berharap mereka bisa rajin berkicau sebelum kondisinya kembali pulih seperti semula.

Mengatasi burung yang kerap berperilaku buruk itu tentu membutuhkan waktu dan perawatan yang sangat khusus guna memulihkan kondisinya yang sedang ngedrop tersebut. Namun dengan melakukan pola penanganan yang tepat, maka perilaku buruknya itu akan dapat berkurang sehingga kondisi burung bisa berangsur-angsur pulih.

Berikut pola rawatan untuk mengurangi perilaku buruk burung cendet: 

Mengumbar cendet di kandang luas / aviary 

Kandang umbaran yang berukuran luas maupun kandang aviary dapat digunakan untuk terapi cendet yang kerap berperilaku buruk. Kandang tersebut menggunakan dua buah tenggeran yang diletakkan dalam jarak berjauhan, misalnya satu di dekat permukaan lantai kandang sedangkan satu lagi diposisikan di tengah kandang. Posisi tenggeran tersebut dapat menjadikan burung semakin aktif sehinggga mempercepat proses pemulihannya. 

Menyimpan cepuk pakan dan minum berjauhan 

Untuk memancing agar burung cendet selalu aktif bergerak dan mengeluarkan energinya untuk hal yang lebih bermanfaat ketimbang mencabuti bulu atau salto, maka penempatan cepuk pakan dan minum sebaiknya ditempatkan dalam jarak yang saling berjauhan. Dalam hal ini, cepuk pakan dan minumnya bisa diletakkan di masing-masing tenggeran yang sebelumnya telah diatur seperti dalam poin pertama.  

Berikan pakan yang sesuai 

Selama masa terapi di kandang umbara/ aviary itu, burung cendet tersebut harus pula mendapatkan asupan pakan yang tinggi kandungan nutrisinya. Hal ini bisa disiasati dengan pemberian voer tinggi protein seperti voer lele / ayam dan dilengkapi dengan pemberian pakan tambahan yang cukup.

Sedangkan untuk jenis pakan tambahan yang diberikan adalah jangkrik, ulat jerman dan kroto. Selain memberikan pakan yang biasa, kicaumania juga dapat memberikan pakan yang tidak biasa misalnya orong-orong, belalang hijau, kadal kecil, dan sebagainya. Memberikan pakan alami cendet di alam liar dapat membantu pemulihan kondisinya.  

Terapi mental dengan binatang liar 

Terapi mental yang dimaksud adalah membangkitkan kembali naluri alamiah cendet yang sejatinya adalah burung predator. Caranya bisa menggunakan binatang-binatang liar hidup yang dimasukkan ke dalam kandang terapinya untuk diburu. Binatang liar yang dipakai dalam terapi ini bisa berupa burung-burung kecil seperti emprit atau gereja, atau bahkan binatang lainnya seperti kadal, katak, belut, dan sebagainya.  

Rutin memandikan hingga basah kuyup 

Selama berada dalam kandang umbaran atau aviary, burung cendet tersebut harus sering dimandikan hingga basah kuyup. Memandikan cendet dalam kandang yang berukuran luas dapat dilakukan dengan cara disemprot dengan sprayer maupun menggunakna bak mandi yang dimasukkan ke dalam kandangnya itu. Memandikan burung hingga basah kuyup dapat membantu mempercepat pemulihannya sekaligus juga dapat membuatnya cepat kembali jinak, khususnya untuk cendet yang telah berubah perilaku menjadi giras/liar.

Terapi dalam kandang umbaran / aviari bisa dilakukan selama beberapa minggu atau lebih tergantung kondisi burung tersebut. Oleh sebab itu, selama masa terapinya itu, kicaumania harus selalu melakukan pengamatan terutama pada perilakunya. Jika terapi tersebut berhasil memberikan perubahan yang diharapkan, maka itu berarti sudah waktunya burung cendet tersebut dipindahkan ke dalam sangkar hariannya.

Nantinya setelah burung cendet tersebut dipelihara dalam sangkar harian seperti biasanya, maka perawatan hariannya harus lebih diperhatikan untuk mencegah perilaku buruknya muncul kembali. Perawatan rutin yang teratur khususnya dalam pemberian pakan yang bervariasi dapat menjaga kondisi cendet tetap stabil dan tidak mudah berubah perilakunya.

Semoga bermanfaat
Iklan Premium Omkicau

Artikel Terkait

Previous
Next Post »