Mitos-mitos umum seputar burung hantu

2/08/2017
Burung hantu kini sudah memiliki penggemarnya sendiri. Siapa bisa menyangka, kalau burung yang aktif pada malam hari ini nyatanya dapat dilatih dan menjadi hewan peliharaan cukup popular di banyak negara. Padahal, sebelumnya banyak orang yang sangat percaya akan hal-hal buruk tentang hewan nokturnal ini. Berikut adalah mitos-mitos umum seputar burung hantu. 

mitos burung hantu



Di banyak negara, burung hantu kerap dihubung-hubungkan dengan sesuatu yang negatif. Bahkan menilik dari namanya saja memiliki konotasi yang negatif yaitu "hantu", sosok yang identik dengan penampakannya yang menyeramkan. Kemungkinan pemberian nama burung hantu merujuk pada bentuk mata yang besar dan bulat, dan sering bersuara aneh di malam hari. 


Masyarakat Jawa menganggap burung hantu sebagai sahabat setan atau jurig dalam bahasa Sunda. Jika burung ini mengeluarkan suaranya, maka mereka meyakini ada sosok mengerikan lain yang berada tidak jauh dari burung itu berada. Adapun di Bali, jika terdengar suara burung hantu di sekitar rumah, maka hal itu diyakini sebagai penanda ada seorang wanita yang sedang ngidam. 

Terlepas dari hal mistik-mistik tersebut, burung hantu sebenarnya adalah burung yang memiliki kemampuan sangat mengagumkan. Pada waktu berburu mangsanya, burung ini akan terbang sambil mengepakkan kedua sayapnya yang lebar itu tanpa bersuara sama sekali,, seperti hantu ...  Mungkin dari situlah spesies ini menyandang nama burung hantu. 

Berikut ini beberapa mitos yang beredar seputar burung hantu:
  • Di India, keberadaan burung hantu maupun suaranya di dekat rumah maupun di kawasan pemukiman di yakini sebagai pertanda akan datangnya kematian. Namun di negara ini juga, entah bagaimana caranya, burung hantu dianggap bisa menyembuhkan penyakit jantung. 
  • Di Yunani, jika ada burung hantu yang terbang mengitari bala tentara yang tengah beperang, maka pasukan itu dipercaya akan memenangkan pertempuran. Bagi mereka, burung hantu dianggap sebagai pelindung. 
  • Bagi Suku Indian, burung hantu dijadikan sebagai penolong dan lambang kebijaksanaan. Selan itu, burung ini pun dianggap sebagai simbol kematian.
  • Di Roma, burung hantu yang hinggap di sekitar rumah diyakini sebagai pertanda kematian. Kematian Julius Caesar, Augustus, Commodus Aurelius, dan Agrippa diawali dengan hinggapnya burung hantu di tempat kediaman mereka. 
  • Di Roma pula burung hantu dianggap sebagai jelmaan tukang sihir yang gemar meminum darah bayi.
  • Di Inggris, burung hantu dianggap sebagai pembawa keberuntungan. 
  • Di beberapa negara, membunuh burung hantu dianggap dapat menimbulkan petaka atau musibah / bala / kesialan. 
  • Jika ada orang bermimpi mengenai buurng hantu maka hal tersebut didefinisikan sebagai peristiwa kejahatan.

Bahkan jika bulu burung hantu diletakkan di samping bantal bayi maka hal itu akan membuat sang bayi cepat tertidur. 

Demikian informasi mengenai mitos-mitos umum seputar burung hantu yang perlu anda ketahui.

Baca juga: 


Semoga bermanfaat


Iklan Premium Omkicau

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Komentar spam akan langsung kami hapus