Perawatan burung yang sulit jinak

4/27/2017
Memelihara burung bakalan yang didapatkan dari hasil tangkapan hutan bukan hasil tangkaran tentu membutuhkan rawatan harian yang super ekstra. Rata-rata burung bakalan masih berperilaku liar/giras sehingga harus dilatih jinak terlebih dahulu biar perawatannya lebih mudah. Selain itu, banyak juga burung bakalan yang belum makan voer sehingga kicaumania harus melatih burung makan voer terlebih dahulu. Namun begitu, biarpun giras toh burung bakalan tetap digemari karena harganya yang terjangkau. Untuk itu, berikut tips perawatan burung yang sulit jinak

burung bakalan susah jinak




Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan setelah kicaumania membeli seekor atau beberapa burung bakalan. Tahap-tahap rawatan tersebut antara lain: 
  • Tahap adaptasi
  • Tahap melatih makan voer
  • Tahap penjinakkan
  • Tahap pemasteran
Bagi burung bakalan usia muda hutan, tahapan-tahapan tersebut tentu akan lebih mudah dilakukan, karena sifat burung muda yang cenderung memiliki rasa keingintahuan yang besar sehingga cepat untuk beradaptasi dan mau menerima pelatihannya. Namun hal yang berbeda biasanya ditunjukkan oleh burung bakalan yang sudah berusia dewasa atau sudah tua, mereka rata-rata lebih memikirkan keselamatan dirinya, sehingga proses pelatihannya akan menjadi sulit untuk dilakukan.

Namun dengan melakukan beberapa trik berikut, tentu akan bisa mempermudah dalam perawatan burung bakalan yang susah jinak tersebut.

Satu hal yang paling penting dan mendasar dalam perawatan burung bakalan yang susah jinak adalah memberikan rasa aman pada burung tersebut. Hal ini sangat mempengaruhi kondisi burung tersebut, dengan menciptakan rasa aman, maka burung cenderung merasa nyaman sehingga kita tidak akan direpotkan lagi dengan perawatannya.

Memberikan rasa aman pada burung bisa dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut : 

Menggantung burung di tempat yang tenang  

Ketika kita mendapatkan burung bakalan, apalagi burung tersebut sudah berusia dewasa hutan atau sudah tua, maka satu hal yang bisa kita lakukan adalah tidak terlalu berambisi untuk menjinakkan burung dengan cepat, misalnya langsung menggantung burung di tempat yang ramai. Hal tersebut justru akan memperparah kondisi "kegirasan" dari burung tersebut, karena rasa takut yang terus-menerus muncul ketika melihat manusia yang lalu lalang akhirnya akan menimbulkan trauma tersendiri bagi burung tersebut.

Perawatan yang tepat bagi burung bakalan yang susah jinak adalah dengan menyimpan burung ditempat yang tenang, namun tanpa melupakan interaksi langsung antara pemilik dengan burungnya, karena tanpa interaksi, burung yang sudah sangat jinak sekalipun ketika dibiarkan maka burung tersebut cenderung akan kembali pada sifat alaminya yaitu liar.

Gantung burung ditempat tenang misalnya di pekarangan, loteng, atau belakang rumah yang tidak banyak aktivitas manusia selama beberapa minggu. Selama itu pula kita harus selalu melakukan interaksi dengan mereka. Bentuk interaksi tersebut misalnya adalah memberi pakan EF dengan tangan atau lidi, memandikan burung dengan cara disemprot halus atau dimandikan dengan tangan, selalu berusaha menenangkan burung dengan suara atau siulan, serta bentuk-bentuk interaksi lainnya.

 Jika anda cukup rutin melakukannya, maka dalam beberapa minggu, burung akan mulai menganggap anda bukanlah musuh mereka, dan secara perlahan burung pun bisa beradaptasi dengan pemiliknya. 

Burung yang selalu melukai dirinya sendiri 

Selama ini, sebagian besar penggemar burung lebih memilih memberi kerodong pada burungnya ketika burung tersebut mulai terlihat giras. Apalagi jika kondisi girasnya itu sudah sangat keterlaluan atau burung sudah tidak memikirkan kondisinya sendiri, karena tak jarang burung yang sangat ketakutan akan berusaha melarikan diri dengan menabrak jeruji, akibatnya burung cenderung melukai dirinya sendiri.

Burung bakalan muda hutan cenderung lebih bersifat tenang dan tidak grabag-grubug ketika mereka merasa ketakutan, berbeda dengan burung yang sudah berusia dewasa atau tua hutan, karena rasa takut mereka lebih besar dari keingintahuannya. Sehingga untuk mengakalinya, kita sekali lagi harus memberikan simulasi rasa aman bagi burung tersebut, dengan cara menutup sangkarnya dengan kain kerodong yang secara bertahap dinaikkan atau memanfaatkan kertas koran untuk menutupi bagian kiri dan kanan dari sangkarnya.

Dengan melakukan hal tersebut, maka burung cenderung akan lebih tenang dan tidak mudah grabag-grubug, selain itu sifat liar mereka pun akan lebih terkontrol sehingga tidak akan menyakiti dirinya sendiri.


Setelah burung mulai menunjukkan perubahan sikap dan karakternya, maka pada saat itu pula burung biasanya akan lebih mudah untuk diberikan pemasteran agar lebih rajin berkicau, atau bisa juga dilakukan tahap penjinakkannya seperti tahap yang biasa dilakukan pada saat menjinakkan burung bakalan muda hutan.

Namun jika kemudian burung tersebut tetap tidak mau jinak, alias masih tetap giras dan tidak mau mengeluarkan suara kicauannya, maka jalan yang bisa anda tempuh adalah menukar burung dengan burung lainnya (tukar tambah) atau melepasliarkan burung yang sudah berusia dewasa / tua tersebut di habitat aslinya agar berkembangbiak dengan syarat-syarat tertentu.

Semoga bermanfaat
Produk khusus penangkaran omkicau

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Komentar spam akan langsung kami hapus

close