Tekukur: DIgemari karena suara dan ketangkasannya

7/18/2017
Tekukur termasuk jenis burung yang berasal dari keluarga merpati-merpatiah (Columbidae) namun memilki bentuk ekor yang lebih panjang. Burung ini tersebar mulai dari India dan Cina ke selatan sampai Jawa dan sangat populer sebagai burung piaraan. Selain digemari karena suaranya, tekukur ternyata cukup digemari karena ketangkasannya sewaktu diadu.


Tekukur: DIgemari karena suara dan ketangkasannya


Tekukur memiliki tubuh berukuran sedang dengan panjang sekitar 30 cm. Bulunya berwarna coklat-merahjambu, ekor panjang dengan warna ekor terluar bertepi putih tebal. Sayap berwarna lebih gelap dibandingkan tubuhnya dan ada bercak-bercak hitam putih khas pada lehernya. 

Makanan utama burung tekukur adalah biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan, kebiasaannya adalah mencari makanan di padang rumput  dan ladang. Berkembang bia sepanjang tahun dengan sarang yang terbuat dari ranting dan dibangun di atas pohon, celah di tembok, bahkan di atas permukaan tanah. 

Penyebaran burung tekukur umum dijumpai di daerah terbuka, perkampungan dan di perkotaan. Mudah beradaptasi dengan manusia di sekitar desa atau sawah. Suara tekukur berupa nada merdu yang diulang-ulang dengan nada terakhir yang memanjang. Dari suaranya itu juga nama tekukur berasal.

Tradisi unik adu burung tekukur di Minangkabau 

Biasanya burung dilombakan dan dinilai dari segi keindahan suara dan penampilannya, tapi berbeda dengan di Padang, Sumatera Barat. Para penggemar tekukur di sana melombakan burungnya dengan cara di adu. 

Tradisi yang sudah ada sejak turun temurun itu menilai tekukur dari segi ketangkasan dalam menjatuhkan mental lawan. Tradisi ini biasanya dilakukan sebagai ajang silaturahmi antar komunitas pecinta tekukur atau burung balam yang ada di daerah minangkabau. 

Bagaimana serunya lomba adu tekukur tersebut, silakan tonton videonya berikut ini: 






Iklan Premium Omkicau

Artikel Terkait