Waduh, belalang sembah ternyata gemar makan otak burung hidup-hidup

7/13/2017
Belalang sembah adalah jenis serangga karnivora yang biasanya memangsa serangga lain atau laba-laba. Tapi penelitian yang dilakukan para ilmuwan di Universitas Basel di Swiss mendapati bahwa belalang ini ternyata memiliki sifat yang sangat keji. Meski bertubuh lebih kecil namun belalang sembah diketahui mampu membunuh dan memangsa burung-burung kecil di semua benua, kecuali Antartika. 

Waduh, belalang sembah ternyata gemar makan otak burung hidup-hidup


Serangga yang memiliki nama lain congcorang atau belalang sentadu ini dianggap unik karena penampilannya yang seperti berdiri tegak dengan kedua kaki depan yang menjulur ke depan layaknya pendoa. Tapi jangan tertipu dengan penampilannya, karena belalang sembah ini justru memiliki perilaku berburu yang mengerikan.

Seperti Zombie yang kelaparan, belalang sembah dapat memakan otak burung hidup-hidup. Penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam The Wilson Journal of Ornithology edisi Juni 2017. 

Biasanya belalang sembah akan memangsa artropoda atau serangga lainnya, tapi ilmuwan juga telah mengetahui bahwa spesies ini bisa memangsa hewan yang mempunyai ukuran tubuh lebih besar darinya seperti katak, kadal, dan ular. 

Dari catatan yang ada, belalang sembah diketahui telah memangsa 2 jenis burung berbeda di 13 negara di dunia. Dokumentasi petama tahun 1864, tercatat laporan 147 kasus serangan terjadi pada burung kolibri di Ameria Serikat. Sebagian besar jenis burung mungil ini disergap dari belakang oleh belalang sembah ketika menghampiri birdfeeder yang ditaruh di halaman rumah. 


Berdasarkan hasil laporan observasi pada bulan Januari tahun 2006 lalu, diketahui bahwa belalang sembah juga memiliki perilaku makan yang sangat mengerikan, khususnya bahwa serangga ini akan memangsa burung hidup-hidup. 

"Modus operandi belalang sembah tampaknya dengan mendekati burung, yang selalu tergantung ke bawah, lalu masuk ke rongga tengkorak melalui salah satu mata, lantas memakan jaringan otak," tulis José Luis Copete dalam laporannya.

Serangan yang dapat berujung pada terpenggalnya kepala itu dapat dilakukan berkat kaki depan belalang sembah yang cukup kuat. Kaki depannya juga digunakan untuk melumpuhkan korban.

"Mereka hanya menahan (mangsa mereka), dan mereka memakannya saat mereka masih hidup, perlahan dan perlahan sampai tidak ada yang tersisa. Ini sangat mengesankan," kata ahli ekologi forensik Dietrich Mebs, pensiunan Universitas Frankfurt, Jerman, yang tidak terlibat dalam studi tersebut.

Nyffeler mengatakan, penelitiannya menunjukkan adanya ancaman kelangsungan populasi burung akibat perilaku memangsa belalang. Terutama, burung kolibri di Amerika Serikat.

"Jadi, disarankan sangat hati-hati saat melepaskan belalang sembah untuk pengendalian hama."
Katalog Produk Omkicau

Artikel Terkait