Beberapa jenis burung beracun dari Papua

8/13/2017
Pulau Papua tidak hanya menjadi tempat penyebaran burung cenderawasih yang berpenampilan cantik, tapi juga beberapa spesies burung yang unik dan tidak akan bisa ditemukan di dunia mana pun. Beberapa jenisnya bahkan dikenal menyimpan racun yang berfungsi sebagai bentuk pertahanan mereka. Berikut beberapa jenis burung beracun dari Papua. 



Papua yang di masa orde baru dikenal dengan nama Irian Jaya merupakan satu wilayah yang dihuni oleh beragam jenis burung unik dan beraneka warna. Sebagian besar di antaranya merupakan burung endemik yang tidak akan bisa ditemukan di daerah lain yang ada di Indonesia seperti beberapa burung beracun berikut ini. 

1. Pitohui 

Pitohui merupakan jenis burung endemik Papua yang hidup di pedalaman hutan belantara Papua baik yang berada di Provinsi Papua dan Papua Barat serta di negeri tetangga Papua Nugini. Spesies burung ini diketahui menyimpan racun di lapisan bulu dan kulitnya. Racun tersebut berguna sebagai perlindungan atas ancaman predator. 



Ada enam spesies pitohui yang semuanya mempunyai racun berupa neurotoxin. Kandungan racun tersebut sama seperti yang terdapat dalam katak beracun dari Amazon. 

  1. Variable pitohui (Pitohui kirhocephalus)
  2. Hooded pitohui  (Pitohui dichrous)
  3. White-bellied pitohui (Pitohui incertus)
  4. Rusty pitohui (Pitohui ferrugineus)
  5. Crested pitohui  (Pitohui cristatus)
  6. Black pitohui (Pitohui nigrescens)


Salah satu dari spesies pitohui tersebut kini banyak dipelihara kicaumania di Indonesia dan terkenal karena suaranya yang kencang. Di kalangan kicaumania, spesies pitohui itu disebut dengan nama cucak rotan. 

2. Anis-bentet kecil



Anis-bentet kecil memiliki nama lain Rufous shrikethrush atau little shrikethrush (Collurincia megarhyncha). Spesies burung ini memiliki penyebaran di Australia, Indonesia, dan Papua Nugini. Sebagaimana burung pitohui, burung anis-bentet kecil juga memiliki karakter racun yang sama. 

3. Ifrita topi-biru 



Ifrita-topi biru atau blue-capped ifrita (Ifrita kowaldi) merupakan jenis burung pemakan serangga yang termasuk endemik di Papua dan Papua Nugini. Racun yang sama terdapat di bagian dalam dari kulit dan bulunya. 




Iklan Premium Omkicau

Artikel Terkait