Tips perawatan kacer giras agar cepat jinak dan rajin berbunyi

8/22/2017
Kacer yang terlalu giras bisa membuat orang yang merawatnya kewalahan. Selain tidak bisa tampil maksimal karena kondisinya yang selalu ketakutan, kacer yang terlalu giras juga cenderung tidak bisa berkicau dengan lantang. Untuk memudahkan perawatannya, berikut tips perawatan kacer giras agar cepat jinak dan rajin berbunyi

Tips perawatan kacer giras agar cepat jinak dan rajin berbunyi



Kacer merupakan jenis burung yang bisa berperilaku sangat agresif terutama kepada sejenisnya. Selain itu, kacer juga dikenal burung teritorial yang mudah naik emosinya jika melihat ada burung jantan lain di dekatnya. Karena sifatnya tersebut, tak jarang jenis burung ini akan memiliki perilaku sangat liar dan selalu merasa ketakutan ketika melihat manusia. 

Memelihara burung kacer yang terlalu giras tentu bisa membuat orang yang merawatnya selalu kewalahan. Setiap kali didekati untuk memberi makanan, kacer tersebut selalu berperilaku grabag-grubug sehingga membuat perawatnya harus extra hati-hati dalam menanganinya. 

Selain itu, kacer yang terlalu giras pun cenderung tidak dapat berkicau dengan maksimal. Mereka biasanya baru berkicau saat suasana sedang sepi atau tidak ada orang di dekatnya. Tak jarang pula suara kicauannyba terlalu pelan atau cenderung ngeriwik saja. 

Agar kacer tersebut bisa lebih rajin berbunyi dengan suaranya yang lantang, maka dibutuhkan perawatan tambahan selain memberi makan, mandi dan jemurnya yaitu menjinakkannya. Setelah burung jinak, biasanya mereka akan mudah berbunyi kapan dan di manapun berada dengan suaranya yang lantang.  
Berikut tips perawatan kacer giras agar cepat jinak dan rajin bunyi: 

  • Untuk memudahkan perawatan sebaiknya burung kacer tersebut dirawat dengan menggunakan sangkar yang berukuran medium dan menggunakan tenggeran tunggal atau satu tenggeran saja. 
  • Tutupi sebagian sangkarnya dengan kain kerodong, sementara bagian depan yang terdapat pintu sangkar dibiarkan terbuka. Selain menggunakan kain kerodong anda juga bisa memanfaatkan kertas koran yang ditempelkan ke sangkarnya dengan lakban atau solatip.
  • Pada minggu pertama, sangkarnya digantung di tempat yang ramai oleh aktivitas keluarga. Setiap malam, sangkar ditaruh atau digantung di ruangan tempat berkumpul keluarga. Posisi sangkar tetap dikerodong dengan bagian depan dibiarkan terbuka. 
  • Pada minggu kedua, burung mulai digantung di tempat yang ramai orang lalu-lalang. Pada kali ini, posisi kerodong tetap dibiarkan terbuka bagian depannya. 
  • Selama menjalani terapi tersebut, lakukan juga proses penjinakkan yang lain seperti memberi makan dengan bantuan lidi atau langsung menggunakan tangan, memandikan hingga basah kuyup dan selalu berinteraksi dengan burung tersebut. 
  • Setelah burung mulai sedikit lebih tenang, buka kain kerodong yang menutupi bagian kiri dan kanan sangkarnya, namun bagian belakang dibiarkan tertutup oleh kerodong atau kertas koran. 
  • Pada kondisi tersebut, burung tetap digantung di tempat yang ramai dan pada malam harinya digantung di ruangan keluarga dengan posisi lampu tidak dimatikan. 
  • Pada minggu ketiga, kerodong bisa dibuka semuanya, dan burung digantung di tempat yang ramai. Selama terapi tersebut, burung dimandikan dan dijemur di tempat yang ramai tersebut. 
  • Berikan pula pakan serangga dengan menggunakan tangan secara langsung sambil berinteraksi dengan burung tersebut. 
  • Dalam kondisi yang sudah tenang tersebut, lampu ruangan sebaiknya dimatikan pada malam hari dan membiarkan burung beristirahat total sampai esok pagi. 
  • Selama proses penjinakkannya tersebut anda bisa memutarkan suara terapi alam atau suara air mengalir untuk membuatnya lebih tenang.


Semoga manfaat

Iklan Premium Omkicau

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Komentar spam akan langsung kami hapus