Sikatan sulawesi, burung sikatan baru dari Pulau Sulawesi

9/05/2017
Sikatan sulawesi (Muscicapa sodhii) adalah jenis burung baru yang ikut meramaikan khasanah perburungan Indonesia. Penemuan spesies burung baru ini pertama kali dirilis dalam jurnal ilmiah PlosOne pada tahun 2014 silam. Para penemunya adalah gabungan peneliti dari Princeton University, Michigan State University dan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dewi M. Prawiradilaga dan Dadang Dwi Putra. 

Sikatan sulawesi, burung sikatan baru dari Pulau Sulawesi




Sang penulis artikel, Berton C. Harris dari Michigan State University tidak mampu menyembunyikan kegembiraannya. Bayangkan saja, mampu menemukan satu jenis baru dari sekitar 98 persen jenis burung yang telah dikenali di dunia merupakan sebuah hal yang sangat luar biasa.

Pada awalnya, ketika pertama kali dijumpai di hutan Sulawesi tahun 1997, spesies burung ini dianggap sebagai salah satu dari spesies sikatan yang telah dikenal yaitu sikatan burik (Muscicapa griseisticta) karena memiliki penampilan yang sama mulai dari ukuran tubuh yang mungil hingga warna bulu yang coklat keabu-abuan pada bagian atas dan tubuh bawah berwarna putih bercoret keabu-abuan. 

Namun setelah dilakukan penelitian lanjutan, spesies yang awalnya dianggap sebagai sikatan burik ini ternyata adalah spesies burung baru yang dinamakan Sulawsi streaked-flycatcher. Ada beberapa alasan mengapa peneliti memasukkannya dalam sikatan jenis baru, yaitu: 

  • Perbedaan mendasar adalah pada sayap dan kedua ekor yang lebih pendek ketimbang sikatan burik. 
  • Tenggorokan lebih berbintik dengan paruh yang agak miring. 
  • Tes DNA menunjukkan bahwa sikatan sulawesi ini berbeda dengan sikatan burik, namun lebih dekat pada sikatan bubik thailand atau Muscicapa dauurica siamensis.  


Peneliti yang lain mengatakan bahwa suara rekaman yang dibuat ketika pertama kali jenis ini dilihat bisa sangat membantu. Walaupun suaranya mirip seperti suara sikatan bubik yang bernada tinggi seperti peluit, namun suara kicauan sikatan sulawesi ini ternyata memiliki nada yang lebih tinggi dibandingkan jenis sikatan lainnya. 

Identitas sulawesi streaked-flycatcher atau sikatan sulawesi ini terkuak setelah Harris dan beberapa rekannya mengunjungi Sulawesi Tengah untuk melakukan penelitian jenis ini pada Juli 2011 dan Juli 2012. Saat itu, harris dan tim memfokuskan pencarian pada lokasi Danau Tambing serta di sekitar Taman Nasional Lore Lindu, serta Anaso, Badaeha, dan Baku Bakulu. Namun pencarian yang dilakukan dengan mempersempit lokasi pencarian itu tdak membuahkan hasil. 

Satu tahun berselang, para peneliti kembali melakukan pengamatan. Kali ini mereka melakukannya di Baku Bakulu yang berada di luar Taman Nasional Lore Lindu. Setelah bertahan di tenda selama seminggu, akhirnya tim berhasil melihat sikatan sulawesi sebagaimana pertama kali terlihat tahun 1997. Pencarian ini tentu menggembirakan karena setelah 15 tahun melakukan penelitian, mereka bisa menjumpai keberadaan spesies burung ini. 

Secara umum, burung sikatan adalah jenis burung pemakan serangga. Ciri utamnya adalah kepala yang bulat dengan paruh runcing. Jantan dan betina bisa dibedakan dari warna bulunya, burung jantan umumnya berwarna bulu lebih cerah sedangkan betina berwarna kusam. Spesies ini kerap mencari makan dalam kelompok burung campuran.

Iklan Premium Omkicau

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Komentar spam akan langsung kami hapus