12/27/2017

Sempidan-merah kalimantan, si pemalu yang kian tergusur

Sempidan termasuk jenis burung pegas yang pemalu. Di Kalimantan, populasinya semakin terancam akibat ekspansi pemukiman dan konsesi penebangan hutan. Selain itu, masifnya aksi perburuan cukup memengaruhi populasinya di alam. 

Sempidan-merah kalimantan




Wilayah persebaran semua jenis burung sempidan di Kalimantan berada dalam jangkauan yang relatif sempit, sehingga IUCN atau Badan Konservasi Dunia memasukkannya dalam daftar burung terancam punah, termasuk salah satunya adalah sempidan-merah kalimantan (Lophura pyronota) yang adalah burung endemis di pulau yang bernama lain Borneo ini. 

Sangat sulit mencari sempidan-merah di hutan terbuka Kalimantan, apalagi spesies ini mempunyai relung ekologi di kawasan hutan dataran rendah yang utuh dan luas. Populasinya pada saat ini diperkirakah berjumlah 10.000 - 19.999 individu dewasa. Namun karena ancaman yang terus meningkat, IUCN mendaftarkannya sebagai satwa terancam punah dengan status konservasi Vulnerable/VU atau Rentan.

Selama periode 1985 - 1997, Kalimantan telah kehilangan hampir 25% tutupan hutan. Hal ini pula yang mendorong sejumlah pihak untuk melakukan upaya konservasi terhadap burung sempidan di beberapa kawasan hutan lindung seperti di Taman Nasional Tanjung Puting dan Gunung Mulu National Park di Sarawak, Malaysia. 

Sempidan-merah kalimantan adalah jenis burung baru dari hasil pemisahan jenis sempidan merah (Lophura erythrophthalma) yang tersebar di daratan Sumatera, Semenanjung Malaysia, dan Kalimantan. Kedua jenis ini memiliki ciri fisik yang cukup berbeda. Sempidan-merah kalimantan memiliki bulu-bulu berwarna abu-abu pucat pada lehernya, sementara sempidan merah berwarna biru gelap mengilap.

Corak bergaris putih tebal pada bagian leher hingga ke perut bagian tengah dan pada bagian belakang leher hingga bulu mantelnya pun membedakan ciri fisik sempidan-merah kalimantan dengan kerabatnya tersebut. Berdasarkan perbedaan tersebut, sempidan merah di Kalimantan ditetapkan sebagai jenis tersendiri.